Segala alam terjadi meliputi manusia dan benda yang hidup maupun mati. Dan apa yang terjadi padaku pula yang akan mempengaruhi alam sekitarku. Maka, disini aku akan berbagi apa yang ku rasa, fikir, alami, dan ingin bagikan. Aku hanya ingin berbagi :) -K-

Senin, 29 November 2010

Kryptos - Teka-teki monumen CIA

Di markas besar CIA di Langley, Virginia, terdapat sebuah monumen yang mengandung pesan rahasia. Pesan yang membingungkan bahkan bagi para agen paling cemerlang di CIA. Monumen itu bernama Kryptos. Dua puluh tahun telah lewat, dan teka-teki Kryptos masih belum terpecahkan.


Dalam beberapa tahun terakhir ini, sebuah obyek telah menjadi bahan perbincangan baik di luar maupun didalam markas CIA. Sebuah monumen yang terpancang di halaman kantor CIA yang disebut Kryptos. Kryptos mengandung 865 karakter aneh yang terlihat acak dan tidak beraturan.

Kryptos dibuat oleh seorang seniman bernama James Sanborn. Ia memperoleh penugasan untuk membuat monumen itu pada tahun 1988 ketika CIA membangun sebuah bangunan baru dibelakang gedung utamanya.

Agensi itu menginginkan sebuah instalasi luar ruangan untuk menghiasi area diantara kedua gedung. Sanborn menggunakan nama Kryptos untuk menyebutnya hasil karyanya. Kata ini berasal dari bahasa Yunani yang berarti "tersembunyi". Kryptos disebutnya sebagai sebuah perenungan terhadap alam, sifat alami kerahasiaan dan kerumitan kebenaran, dan pesan itu seluruhnya disampaikan dalam kode.

Seorang rekan Sanborn yang bernama Ed Scheidt memperkirakan bahwa seluruh teka-teki ini akan terpecahkan dalam tujuh tahun. Namun 20 tahun telah lewat, pesan tersembunyi itu masih belum dapat dipecahkan sepenuhnya. Kerjasama antara para jenius di dunia dan beberapa staf CIA hanya berhasil memecahkan 3 bagian dari monumen itu yang ternyata malah menghasilkan prosa-prosa yang membuat teka-teki ini menjadi semakin membingungkan. Ketiga bagian itu disebut K1, K2 dan K3. Masih belum terpecahkan 97 karakter dari bagian ke-4 (K4). Dan semakin lama teka-teki itu menggantung, semakin penasaran mereka dibuatnya.

Mungkin karena rasa ingin tahu yang besar, Sanborn sering memergoki orang-orang asing memata-matai studionya. Beberapa lainnya bahkan mengorbankan karirnya demi kryptos. Contohnya seorang pria dari Michigan rela meninggalkan bisnis softwarenya hanya supaya dapat mencurahkan waktu untuk memecahkan kode tersebut.

Seorang pria lain bernama Randy Thompson telah menghabiskan tiga tahun untuk memecahkan teka-teki itu. "Aku rasa aku sudah dekat dengan jawabannya. Bisa besok, atau bisa juga aku menghabiskan seumur hidupku untuk menemukannya." Katanya. Teka-teki ini juga menarik minat Dan Brown, penulis buku The Davinci Code yang menyinggung kryptos dalam salah satu novelnya.

Pada tahun 1999, seorang ahli komputer dari Los Angeles bernama Jim Gillogly mengumumkan bahwa ia telah berhasil memecahkan 3 bagian pertama dari kode tersebut dengan bantuan sebuah komputer pentium II dan software buatan sendiri.


Ketika hasil kerja Jim Gillogly tersebar, CIA segera merilis sebuah laporan yang luar biasa. Beberapa bulan sebelum Gillogly, seorang agen CIA yang lain bernama David Stein juga telah memecahkan tiga bagian itu hanya dengan menggunakan pensil dan kertas ! Stein membutuhkan waktu 400 jam untuk memecahkannya dan ia telah mengumumkan jawaban teka-teki itu di hadapan sekumpulan agen CIA di auditorium CIA pada Februari 1998. Hasil pertemuan itu tidak pernah dipublikasikan ke media.

Masih ada 97 karakter lagi yang harus dipecahkan. Stein dan Gillogly berniat mencurahkan waktu dan pikiran mereka untuk memecahkan sisa teka-teki ini.

"Semua ini adalah masalah kerahasiaan," Kata Sanborn. "Hal ini sesungguhnya menggambarkan kondisi CIA sendiri, penuh kerahasiaan dan kerahasiaan itu menarik rasa ingin tahu kita ke langit. Orang-orang menjulukiku agen setan karena aku tidak mau memberitahukan rahasiaku," Jelas Sanborn sambil tersenyum. "Namun Kryptos akan mengungkapkan rahasianya yang terdalam seiring dengan berjalannya waktu."


source:
http://xfile-enigma.blogspot.com/2009/05/kryptos-teka-teki-monumen-cia.html
http://revisited.kryptos.info/sculpture/solutions/david-stein.asp
http://kryptosfan.wordpress.com/cryptanalysis



DE JAVU

Pernahkah anda mengalami perasaan pernah melakukan kegiatan yang sama persis sebelumnya?
Merasakan sebuah kondisi yang sama persis sebelumnya? Melihat dan mendengar hal yang sama sebelumnya?
Hal ini memang terkadang sangat membingungkan karena pada saat itu pula kita tidak mampu mengingat kapan
dan dimana pernah melakukan kegiatan tersebut. Hal tersebut seolah-olah ada dalam mimpi namun kenapa bisa benar-benar terjadi.
Inilah misteri yang biasa disebut orang dengan déjà vu.

Berdasarkan penelitian, 70% manusia di bumi pernah merasakan déjà vu.
Jadi fenomena psikologis tersebut adalah hal yang sangat wajar dan bukan merupakan suatu kutukan atau karma sebagaimana banyak dipercayai orang.
Déjà vu berasal dari bahasa perancis yang artinya “pernah lihat”.
Maksudnya, mengalami sesuatu pengalaman yang dirasakan pernah dialami sebelumnya. Di Yunani, fenomena ini disebut dengan paramnesia yang merupakan gabungan kata para artinya adalah “sejajar” dan mnimi artinya “ingatan”.
Mengapa déjà vu bisa terjadi?
Pertanyaan yang muncul kemudian adalah mengapa déjà vu bisa terjadi?
Jangan berpikiran bahwa ini adalah fenomena alam yang tidak mampu dijelaskan
secara ilmiah karena para ilmuan telah menemukan jawaban akan fenomena yang ada dalam alam pikiran manusia tersebut. Déjà vu terjadi karena adanya gelombang yang diantarkan ke dalam otak.
Gelombang tersebut tercipta setiap tindakan yang dilakukan oleh manusia. Gelombang ini lalu diterjemahkan ke dalam bentuk impuls listrik lalu dikirim ke otak dan dibaca.
Tapi ada kalanya otak kita memiliki sensitivitas tinggi sehingga gelombang yang dibaca berupa amplitudo
dan frekuensi tertentu tergantung dari kualitas otak kita.

Contoh sederhananya suatu waktu kita dalam hati mendendangkan sebuah lagu.
Lalu kita menyalakan radio dan di radio sedang dimainkan lagu yang sedang kita pikirkan tadi. Langsung kita berpikir “déjà vu”. Padahal ini menunjukkan bahwa gelombang radio yang dikirim oleh stasiun pemancar,
selain diterima oleh radio kita, juga dibaca oleh otak kita karena sifat otak kita yang super sensitif
dalam menerima gelombang listrik itu tadi. Ada lagi teori lain yang
menjelaskan bahwa deja vu terjadi ketika sensasi optik yang diterima oleh sebelah mata sampai ke otak (dan dipersepsikan) lebih dulu daripada sensasi yang sama yang diterima oleh sebelah mata yang lain,
sehingga menimbulkan perasaan familiar pada sesuatu yang sebenarnya baru pertama kali dilihat. Teori yang dikenal dengan nama “optical pathway delay” ini dipatahkan pada bulan Desember tahun lalu bahwa orang buta pun bisa mengalami deja vu melalui indra penciuman, pendengaran dan perabaannya.Déjà vu dipengaruhi usia

Ada pula yang beranggapan bahwa déjà vu ini adalah sebuah penyakit dalam ingatan sehingga semakin tua umur seseorang maka akan semakin sering pula terjadi déjà vu.
Seorang ilmuwan asal Jepang dan juga merupakan seorang neuroscientist MIT, Susumu Tonegawa,
melakukan eksperimen terkait fenomena ini pada tikus dengan membandingkan ingatan pribadi (episodik) dengan ingatan baru yang tercatat dalam dentate gyrus.
Ia menemukan bahwa tikus yang dentate gyrusnya tidak berfungsi normal kemudian mengalami kesulitan dalam membedakan dua situasi yang serupa tapi tak sama.
Hal ini dapat menjelaskan mengapa pengalaman akan deja vu meningkat seiring bertambahnya usia atau munculnya penyakit-penyakit degeneratif seperti Alzheimer. Kehilangan atau rusaknya sel-sel pada dentate gyrus akibat kedua hal tersebut membuat kita sulit menentukan apakah sesuatu ‘baru’ atau ‘lama’.Macam-macam déjà vu

Déjà vu juga terjadi dalam berbagai bentuk. Ada yang hanya bisa mengingat secara samara-samar, ada yang hanya mengingat lokasi kejadian dan ada pula yang mengingat hal-hal yang sangat mendetail. Secara garis besar, déjà vu terdiri dari empat jenis berikut

1. Déjà VuDéjà vu jenis ini yang paling banyak terjadi dimana kita pernah merasakan suatu kondisi yang sama sebelumnya dan yakin pernah terjadi di masa yang lampau dan berulang kali. Sering kali pada saat itu individu akan diikuti oleh perasaan takut, rasa familiar yang kuat dan merasa aneh.

2. Déjà VécuPerasaan yang terjadi pada Deja vecu lebih kuat daripada déjà vu. Deja vecu seseorang akan merasa pernah berada dalam suatu kondisi sebelumnya dengan ingatan yang lebih detail seperti ingat akan suara ataupun bau.

3. Déjà SentiDéjà Senti adalah fenomena “pernah merasakan” sesuatu. Suatu ketika kamu pernah merasakan sesuatu dan berkata “Oh iya saya ingat!” atau “Oh iya saya tahu!” namun satu dua menit kemudian sadar bahwa sebenarnya kamu tidak pernah berbicara apa pun.

4. Jamais VuJamais Vu (tidak pernah melihat/mengalami) adalah kebalikan dari déjà vu. Kalau déjà vu mengingat hal-hal yang sebenarnya belum pernah dilakukan sebelumnya, Jamais Vu lain lagi. Tipe déjà vu semacam ini justru tiba-tiba kehilangan memorinya dalam mengingat sesuatu hal yang pernah terjadi dalam diri. Hal ini bisa terjadi karena kelelahan otak.

5. Déjà VisitéDéjà vu tipe ini lebih menitikberatkan pada ingatan seseorang akan sebuah tempat yang belum pernah ia datangi sebelumnya tapi merasa pernah merasa berada pada lokasi yang sama. Déjà Visité berkaitan dengan tempat atau geografi.

First Detective In The World

Allan Pinkerton (1819 – 1884) dia tercatat dunia sebagai detektif swasta pertama di dunia. Tentu, ia tokoh yang riil, bukan tokoh fiktif
seperti Sherlock Holmes...


Allan Pinkerton sebelumnya berimigrasi dari Glaslow, Skotlandia, ke Chicago.
Di Chicago, Pinkerton berhasil membantu polisi melacak dan menangkap
sebuah kelompok kriminal. Ia kemudian diangkat menjadi wakil sherif,
di Kane County, Illinois dan selanjutnya di Cook County, di negara
bagian yang sama.


Setelah itu ia mengundurkan diri dari keanggotaan di kepolisian, dan
mendirikan Agen Detektif Pinkerton, tahun 1852. Pinkerton menggunakan
logo grafis mata yang menatap tajam. Sepertinya ia terinspirasi dengan
istilah detektif swasta, yang dalam bahasa Inggris disebut private
eye. Agen Detektif Pinkerton terkenal dengan sebutan The Pinks. Dalam
sebuah kesempatan, Pinkerton mengatakan, ia dan agen detektifnya
"tidak pernah tidur mengawasi kejahatan."


Pada 1861, Pinkerton membongkar skenario rencana pembunuhan terhadap
Presiden Abraham Lincoln. Atas permintaan Presiden Lincoln, maka
Pinkerton kemudian masuk dalam barisan Pasukan Pengawal Presiden (US
Secret Service). Ia kemudian memimpin pasukan elit itu.


Di US Secret Service, Pinkerton dan anak buahnya berhasil menggagalkan
usaha pasukan Konfederasi yang berencana membebaskan sekitar 8000
tawanan perang, di Kamp Douglas Bagian Selatan.


Sebelum pelayanannya dengan Union Army , ia mengembangkan beberapa teknik investigasi yang masih digunakan saat ini. Diantaranya adalah"shadowing" (pengawasan tersangka) dan "assuming a role" ( menyamar kerja). Setelah pecahnya Perang Saudara , Pinkerton menjabat sebagai kepala Uni Intelijen di 1861-1862 dan menggagalkan sebuah dugaan plot pembunuhan di Baltimore, Maryland , sementara menjaga Abraham Lincoln dalam perjalanan ke nya pelantikan . agen-Nya sering bekerja menyamar sebagai Konfederasi tentara dan simpatisan, dalam upaya untuk mengumpulkan intelijen militer. Pinkerton bertugas di misi beberapa menyamar bawah alias Mayor EJ Allen. Pinkerton digantikan sebagai kepala Dinas Intelijen oleh Lafayette Baker . Dinas Intelijen adalah pendahulu dari US Secret Service .


Berikutnya layanan Pinkerton dengan Union Army , ia melanjutkan mengejar perampok kereta api, seperti Gang Reno dan penjahat terkenal Jesse James . Dia awalnya disewa oleh perusahaan kereta api ekspres untuk melacak James, tapi setelah Pinkerton gagal menangkap dia, kereta api menarik dukungan keuangan dan Pinkerton terus melacak James dengan biaya sendiri. Setelah James diduga ditangkap dan dibunuh salah satu agen muda Pinkerton's menyamar, yang cukup bodoh untuk mendapatkan pekerjaan di pertanian tetangga tanah beserta rumah-rumah pertanian James, ia akhirnya menyerah mengejar.Beberapa menganggap kegagalan ini terbesar kekalahan Pinkerton. Dia juga berusaha untuk menentang serikat buruh . Pada 1872, Pemerintah Spanyol menyewa Pinkerton untuk membantu menekan sebuah revolusi di Kuba yang bertujuan untuk mengakhiri perbudakan dan memberi warga hak untuk memilih. 


Allan Pinkerton lahir 25 Agustus 1819, di sebuah flat kecil di sebuah
desa miskin di Glaslow, Skotlandia. Ayahnya hanyalah seorang tukang
tenun kain. Allan kecil kehilangan ayahnya saat berusia delapan tahun.
Ibunya terpaksa harus bekerja, dan Allan kecil juga harus keluar dari
sekolah dan membantu ibunya bekerja.


Pada umur 23 ia menikah dengan Joan Carfrae, dan selanjutnya, mereka
berdua berimigrasi ke Amerika menumpang kapal. Di kota ini, Allan
Pinkerton bekerja sebagai detektif swasta. Ia banyak membantu polisi
memecahkan kasus-kasus kriminal, dan dalam waktu singkat ia menjadi
pahlawan di Chicago.


Umur 31 ia mendirikan biro agen detektif sendiri. Biro detektif
pertama di Amerika Serikat. Allan Pinkerton merekrut beberapa orang
yang ia anggap jujur. Satu hal yang keras diterapkan Pinkerton bagi
agennya adalah: tidak minum-minuman keras. Ia punya alasan untuk itu:
anak buahnya harus tetap waras, berpembawaan tenang, dan selalu
waspada setiap saat. Itulah, mengapa di pintu kantornya ia menulis:
Kami Tak Pernah Tidur.






Ia mengajarkan bagaimana melaksanakan tugas-tugas sebagai detektif,
teknik menyamar, cara berpakaian saat menyamar, dan sebagainya.
Kantornya pun penuh dengan wig dan kostum.


Nama Allan Pinkerton menjadi momok yang menakutkan bagi pelaku
kejahatan.


Bersama dua anaknya, yaitu William dan Robert, Allan membuka cabang
kantor detektif di beberapa kota. Pada 1870, kantor detektif Pinkerton
memburu beberapa geng kriminal. Pinkerton kemudian terlibat permusuhan
dengan geng Jesse James. Selama bertahun-tahun, geng Jesse James
mengecoh perburuan yang dilakukan Pinkerton.


Tahun 1875, beberapa agen Pinkerton melempar obor besi ke samping
rumah orang tua Jesse James, karena mengira James ada di dalam rumah.
Serangan obor itu menyebabkan lengan kanan ibu James terbakar. Insiden
itu merusak citra Pinkerton. Jesse James pun menyusun pembalasan
dendam. Ia segera pergi ke Chicago, dengan membawa satu alasan:
membunuh musuh bebuyutannya, Allan Pinkerton.


Selama empat bulan, Jesse James menyusuri jalanan di Chicago dengan
senapan siap tempur. Di dalamnya, terisi satu peluru bertuliskan
Pinkerton. Namun, buruan yang ia cari tidak ketemu. Setelah tidak
menemukan keberadaan Pinkerton, Jesse James menjadi frustasi dan
pulang ke rumahnya.


Selama bertahun-tahun, Allan Pinkerton sering disewa perusahaan
termasuk perbankan, guna mengatasi masalah kriminalitas. Dalam
bekerja, Allan Pinkerton banyak memiliki gagasan guna membantunya
memecahkan masalah. Termasuk, menyusun arsip-arsip kriminal, yang ia
beri nama: Galeri Anak Nakal. Isinya foto-foto dan arsip dari
kriminal-kriminal yang ia tangani. Ia membagi arsipnya dengan penegak
hukum lainnya, untuk menangkap para penjahat. Sistem pengarsipan itu
kemudian dipakai Biro Federa Amerika Serikat FBI.


Pada akhir Juni 1884, ia terpeleset di trotoar di Chicago , menggigit lidahnya saat melakukannya. Dia tidak mencari pengobatan dan lidah menjadi terinfeksi, menyebabkan kematiannya pada tanggal 1 Juli 1884 dalam usia 65 tahun. Pada saat kematiannya, dia bekerja pada sistem yang akan memusatkan semua catatan identifikasi kriminal, sebuah database sekarang dipelihara oleh Biro Investigasi Federal . Namanya tetap dikenang dengan hormat, oleh detektif di seluruh dunia




Quote:
Menurut dari beberapa sumber Allan Pinkerton pernah menulis beberapa seri buku detektif yang populer, berdasar dari pengalaman hidup serta agen-agennya. Beberapa telah dipublikasikan setelah beliau meninggal. Yang paling bersejarah adalah percaya bahwa Allan Pinkerton menjadi seorang hantu penulis. Dalam bukunya, Allan tidak pernah melibatkan namanya sebagai tokoh dalam buku tersebut. Dibawah ini, bisa agan lihat beberapa karya dari Allan Pinkerton, yaitu:


1. Allan Pinkerton’s Unpublished Story of the First Attempt on the Life of Abraham Lincoln (1866)
2. History and Evidence of the Passage of Abraham Lincoln from Harrisburg, Pa., to Washington, D.C. on the Twenty-second and Twenty-third of February, 1861 (1868)
3. The Expressman and the Detective (1874)
4. Claude Melnotte as a Detective, and Other Stories (1875)
5. The Detective and the Somnambulist; The Murderer and the Fortune Teller (1875)
6. Claude Melnotte as a Detective (1875)
7. The Mollie Maguires and the Detectives (1877)
8. Strikers, Communists, Tramps and Detectives (1878)
9. Mississippi Outlaws and the Detectives; Don Pedro and the Detectives; Poisoner and the Detectives (1879)
10. Criminal Reminiscences and Detective Sketches (1879)
11. Bucholz and the Detectives (1880)
12. The Spy of the Rebellion (1884)
13. A Double Life and the Detectives (1885)
14. The Railroad Forger and the Detectives (1886)
15. A Life for a Life; or, The Detective’s Triumph (1886)
16. Professional Thieves and the Detectives (1886)
17. Cornered at Last: A Detective Story (1892)
18. Thirty Years a Detective (1900)