Usang dedaunan membesitkan kerapuhan...
Rapuh yang tertahan dan merambat memakan serabut penopang jiwa...
Jauh...
Jauh bersangkar hasrat yang agung dalam beralun.
Menepi sesaat kala ombak menantang permainan pintar kehidupan...
Kiranya tuan mengerti betapa risau para domba dalam pengembangan?
Adalah di dalamnya para kutu membiak yang berusaha bertahan.
Dan mereka tak ubahnya sapi-sapi kecil yang imgim hidup walau di sangkar buaya sekalipun.
Tidaklah aku menginginkan untuk berdosa dalam merindu engkau...
Namun sungguh!
Memang tak seharusnya kerinduan ini menghampiri ku begitu saja kala masa istirahat panjang ku lalui.
Menyiratkan betapa indah kenangan kita tempo kelam...
Masa-masa kebersamaan kita...
Walau hujan menerpa. Dan guntur tetap membahana...
Dan kita tetap bersatu. Saling berdampingan dan tetap menjaga...
Pekik kecil rintihan siksa atas guratan percobaan alam.
Bukanlah keasingan bagi kita dalam berwacana ria...
Kita tak pernah mendahului..
Kita tidak pantang menyera..
Semangat kuat..
Tekad yang bulat..
Kemauan untuk sampai pada tujuan mutlak..
Itulah alasan keberadaan kita...
Tak mengerti mengapa harus malam ini,,
Atas alasan apa rindu ini menerpa begitu dalam menusuk kalbu.
Namun,
Terlalu sakit mengingat perkataanmu dulu...
Kau lagi bahkan tak inginkan kehadiran ku..
Bahkan tanpa kau tau. Hari itu perjuangan ku untuk mu kuberikan secara utuh!
Bahkan kau pun tak tau. Hari itu mungkin saja nyawa ku tak tertolong saat menuju ke tempat kebersamaan kita.
Tapi sungguh...
Tak mampu ku pungkiri!
Kebersamaan kita kala itu adalah kenangan terindah kita...
Walau kadang arogansi mu mengalahkan segala indah kita bersama...
Namun itulah engkau...
Dan maafkan aku bila salahku perbuat dan sakiti dirimu...
Bukan maksudku melakukannya...
Karna memang kala itu aku masih belajar agar mampu menjadi seperti mu.
Hanya lewat ini dapat ku sampaikan rindu ku...
Karena aku tak tau harus sampaikan dengan cara apa lagi...
Karena aku terlalu tak sangup untuk tetap bersama...
Karena mungkin aku terlalu lemah untuk bersama mu...
Titip salam ku untuk penerus kita selanjutnya..
Sampaikan maafku pada mereka yang tak bisa ku dampingi.
Salam Cinta...
P.XXXI/06/587 Tapak Hutan
Segala alam terjadi meliputi manusia dan benda yang hidup maupun mati. Dan apa yang terjadi padaku pula yang akan mempengaruhi alam sekitarku. Maka, disini aku akan berbagi apa yang ku rasa, fikir, alami, dan ingin bagikan. Aku hanya ingin berbagi :) -K-
Senin, 05 November 2012
Rabu, 12 September 2012
Theatre is ?
Focuses on live performance creating self contained drama
-Utilizing speech
-Gesture
-Music
-Dance
-Spectacle (backgound / backdrop)
Forms of Theatre
*Broadway
*Off-Broadway (jumlah penonton lebih sedikit)
*Regional theatre
*Improvisation theatre
*Street theatre
*community theatre
*Postmodern theatre
*theatre for dance
Types of theatrical production
-Play : Aform of literature written by a playwright.
-Musical : A form of theatre combining music, songs, spoken diaogue and dance.
-Opera : An art from which singers and musicians perform a dramatic work combining text
-Revue : A type of multi-act popular theatrical entertainment that combines music, dance and sketches.
-Variety show (like Demo Crazy)
-Vaudeville
Styles of Theatre
+Expresionism
+Melodrama
+Modernism
+Naturalism
+Postmoderinsm
+Puppetry
+Realism
-Utilizing speech
-Gesture
-Music
-Dance
-Spectacle (backgound / backdrop)
Forms of Theatre
*Broadway
*Off-Broadway (jumlah penonton lebih sedikit)
*Regional theatre
*Improvisation theatre
*Street theatre
*community theatre
*Postmodern theatre
*theatre for dance
Types of theatrical production
-Play : Aform of literature written by a playwright.
-Musical : A form of theatre combining music, songs, spoken diaogue and dance.
-Opera : An art from which singers and musicians perform a dramatic work combining text
-Revue : A type of multi-act popular theatrical entertainment that combines music, dance and sketches.
-Variety show (like Demo Crazy)
-Vaudeville
Styles of Theatre
+Expresionism
+Melodrama
+Modernism
+Naturalism
+Postmoderinsm
+Puppetry
+Realism
Minggu, 09 September 2012
Jadilah Tegar - Kau Tak Layak Dikatakan Lemah
Terkadang manusia itu bisa sedih, bisa marah, bisa bahagia, bisa, ya mengungkapkan lah segala bentuk emosi dari sekian jumlah emosi yang mereka miliki. Tapi terkadang ada hal yang membingungkan. Kenapa di saat manusia sedang memiliki sabuah sisi dari salah satu emosi mereka? Mereka malah lebih memilih hal-hal yang justru makin meningkatkan keadaan emosi mereka itu. Bukan malah mencari aspek yang bisa menyeimbangkan sebentuk emosi mereka.
Contohnya?
Orang yang lagi sendirian. yang lagi benar-benar sendirian. Entah sedang di tinggal pacarnya, di tinggal mati kerabat terdekatnya, atau sesuatu hal yang lain lah. Mereka malah melakukan hal yang bisa di bilang main membangkitkan rasa sedihnya sampai ke puncak.
Ada yang mengingat-ingat kenangan indah itu lah. (Fine jika ingatan nya itu bisa membuatnya sedikit tenang, Ini ingatannya hanya membuat mereka makin rindu dan justru menangis. Harusnya mereka berfikir bahwa mereka beruntung pernah merasakan hal yang indah bersama orang tersebut)
Tak jarang juga seni yang ada di sekeliling kita menjadi faktor yang mempengaruhi. semisal apa?
Ini nyata ini realita. Coba bercermin pada diri kalian masing-masing, saat kalian sedih apa yang mostly kalian lakukan? Duduk sendiri? Diam meratapi keadaan? Atau tak sedikit yang memutar lagu-lagu bernuansa sedih dan malah menunjang kapasitas airmata di kelopak agar keluar bukan?
Tapi sesungguhnya itu adalah hal yang tentu saja tidak buruk, HANYA jika di lakukan sekali, saat itu juga, setelah terjadi dan begitu perih. adalah Genius bagi yang melakukan tindakan seperti contoh yang tadi saya sebutkan. terutama yang melakukannya secara total dan di habiskan atau di luapkan semuanya saat itu juga. Agar, setelah semua luapan yang di lakukan itu dirasa cukup. Maka usailah segera rasa sedih itu. Dan kalian bisa melanjutkan hak diri kalian untuk melanjutkan hidup kalian secara normal selayaknya sebelum hal yang menyedihkan itu terjadi.
Adalah buruk jika contoh-contoh yang saya sebutkan tadi terjadi secara berulang. karena pada hakekatnya air mata, perasaan sedih, dan rasa-rasa lain yang mengganggu pikiran, adalah salah satu faktor pendukung untuk memperlambat kinerja tubuh secara tidak langsung (dengan atau tanpa orang itu atau kalian menunjukkannya pada orang lain di sekitarnya)
Ingat!
Tiap manusia memiliki hak untuk hidup dan terus meneruskan hidup mereka sampai saatnya mereka harus mati. bukan mati karena di tinggalkan. Itu adalah hak. "Jangan hanya memikirkan egoisme diri sendiri atau perkataan hati. Pikirkan jua keadaan sekitar kita dan kewajiban kita yang lain. Jadilah berguna bagi sekitar walau terkadang mereka tak memikirkanmu. Alam akan selalu memberikan balasan atas apa yang kita lakukan. Baik atau Buruk. Semua ada karena keseimbangan tetap di jaga."
Contohnya?
Orang yang lagi sendirian. yang lagi benar-benar sendirian. Entah sedang di tinggal pacarnya, di tinggal mati kerabat terdekatnya, atau sesuatu hal yang lain lah. Mereka malah melakukan hal yang bisa di bilang main membangkitkan rasa sedihnya sampai ke puncak.
Ada yang mengingat-ingat kenangan indah itu lah. (Fine jika ingatan nya itu bisa membuatnya sedikit tenang, Ini ingatannya hanya membuat mereka makin rindu dan justru menangis. Harusnya mereka berfikir bahwa mereka beruntung pernah merasakan hal yang indah bersama orang tersebut)
Tak jarang juga seni yang ada di sekeliling kita menjadi faktor yang mempengaruhi. semisal apa?
Ini nyata ini realita. Coba bercermin pada diri kalian masing-masing, saat kalian sedih apa yang mostly kalian lakukan? Duduk sendiri? Diam meratapi keadaan? Atau tak sedikit yang memutar lagu-lagu bernuansa sedih dan malah menunjang kapasitas airmata di kelopak agar keluar bukan?
Tapi sesungguhnya itu adalah hal yang tentu saja tidak buruk, HANYA jika di lakukan sekali, saat itu juga, setelah terjadi dan begitu perih. adalah Genius bagi yang melakukan tindakan seperti contoh yang tadi saya sebutkan. terutama yang melakukannya secara total dan di habiskan atau di luapkan semuanya saat itu juga. Agar, setelah semua luapan yang di lakukan itu dirasa cukup. Maka usailah segera rasa sedih itu. Dan kalian bisa melanjutkan hak diri kalian untuk melanjutkan hidup kalian secara normal selayaknya sebelum hal yang menyedihkan itu terjadi.
Adalah buruk jika contoh-contoh yang saya sebutkan tadi terjadi secara berulang. karena pada hakekatnya air mata, perasaan sedih, dan rasa-rasa lain yang mengganggu pikiran, adalah salah satu faktor pendukung untuk memperlambat kinerja tubuh secara tidak langsung (dengan atau tanpa orang itu atau kalian menunjukkannya pada orang lain di sekitarnya)
Ingat!
Tiap manusia memiliki hak untuk hidup dan terus meneruskan hidup mereka sampai saatnya mereka harus mati. bukan mati karena di tinggalkan. Itu adalah hak. "Jangan hanya memikirkan egoisme diri sendiri atau perkataan hati. Pikirkan jua keadaan sekitar kita dan kewajiban kita yang lain. Jadilah berguna bagi sekitar walau terkadang mereka tak memikirkanmu. Alam akan selalu memberikan balasan atas apa yang kita lakukan. Baik atau Buruk. Semua ada karena keseimbangan tetap di jaga."
-K-
Langganan:
Postingan (Atom)