Malam ini mungkin gelap. bahkan bisa terbilang tiada bintang yang tertabur di luasnya mega angkasa ini. angin masih berhembus sama kuatnya seperti di malam sebelumnya. Namun malah ini ada yang lain pada diriku, terjadi suatu ketimpangan pola pikir yang serempak menerjang di malam ini. Ya, apapun itu, rasanya aku ingin sejenak melepas sesuatu yang menjadi beban pikiran ku. Tak terlalu mengerti dan memahami apa isi kepalaku yang sedikit kacau ini, aku coba untuk hanya memandang langit, menikmati mendung yang merekah itu.
Tidak tau berapa lama aku memandangi langit, aku tersadar betapa aku sangat membuang waktu ku. Jadi ku putuskan turun dari loteng dan kembali ke depan laptop setia ku untuk sekedar mencari kesibukan. Masih tetap berat kepala ini dengan hal yang bahkan seperti orang terhipnotis, rasanya hidup ku malam ini terasa begitu ringan tanpa beban. Namun ini terasa salah, tiada beban membuatku merasa kacau.
Baiklah. Karena aku tidak tau apa yang akan terjadi malam ini hingga esok hari. Maka akan ku habiskan malam ini dengan mencari sesuatu yang mungkin bisa menghiburku. Semoga aku akan mendapatkan keberuntungan yang biasanya selalu menemaniku.
Segala alam terjadi meliputi manusia dan benda yang hidup maupun mati. Dan apa yang terjadi padaku pula yang akan mempengaruhi alam sekitarku. Maka, disini aku akan berbagi apa yang ku rasa, fikir, alami, dan ingin bagikan. Aku hanya ingin berbagi :) -K-
Jumat, 14 Juni 2013
Kamis, 10 Januari 2013
Teori Uji Kadar Kedewasaan (Penemuan TerbaruKu)
Hallo :D
Lama nggak ngepost nih :)
Mau share aja kalo sekarang aku udah kuliah di London School of Publik Relation Jakarta.
Dan malam ini aku balik lagi karena secara nggak sengaja semalem aku nemuin sebuah hal yang sangat amat 'WOW' buat ku sendiri. Ya walaupun semalem udah sempet share ke pacar kalo ternyata apa yg ku temukan ini 'katanya' udah ada atau udah pernah di temuin sebelumnya, tapi aku nggak perduli. Karena hal ini nggak ku temuin dari sebuah search engine or berita manapun. Aku temuin itu SENDIRI, tanpa ku sengaja. Dan aku seneng sadar akan itu :D
Okok.
So let's begin the explanation.
Jadi gini sobat, beberapa hari yang lalu bokap ku tuh beliin kita sekeluarga pisang. Ya sesisir pisang gitu deh. Dan bokap itu emang sangat suka beliin aku dan nyokap buah, cuma biasanya beli nya bareng, dan kemaren pisang ini tuh dia beli sendiri dengan seleranya. Trus karena memang aku suka buah, terutama aku memang orang yang nggak begitu suka makan nasi, maka ku makan lah pisang itu.
Pas kemarin malam bokap baru pulang kerja, dan dia dengan sambil makan pisang yang dia beli tersebut bilang sama aku "ndok, pisangnya di makan lah, udah bapak beliin loh ini." aku yang merasa bokap memang berharap apa yang dia belikan untuk keluarganya itu di makan pun langsung loncat menuju dapur dan mengambil sebuah pisang. Sambil sedikit celotek aku bilang saja "pak, inin pisang kulit nya tipis aja."
Bokap yang masih mengunyah dengan seksama pun berkata "oh iya, bapak pilihkan yang muateng banget. jadi kulitnya tipis. biar di makannya mantep." di sini entah kenapa aku hanya merasa pisang dengan kulit tipis walaupun mateng tapi ngupasnya sedikit lebih susah. Pertama karena aku mungkin kurang mahir dalam mengupas, kedua, pas di kupas kulit pisang yang cuma segaris - if you know what i mean- itu masih nempel di pisangnya yang bikin pisang jadi pait kalo ikut kemakan.
Lalu dia pun liat ada pisang yang di kasih ke nyokap tadi pagi dan nyokap lupa makan, dia terlihat agak esel gitu. dan malam ini pun begitu "ndok pisang mbok ya di makan to, di beliin bukannya di makan malah busuk di buang gitu aja gimana sih!" dan karena aku ini anak yang teramat jujur, maka aku hanya bilang "pak, itu ngupas pisang nya susah. kupasin #dengan nada memelas + manja#" dan bokap pun akhirnya ngupasin pisangnya ^^
Dan seketika aku mikir, (mikirnya sih kemaren lho bukan hari ini, cuma kemaren udah terlalu larut buat ngetik ^^) nggak aku, nggak adek, apalagi nyokap. Kita semua punya kesukaan masing-masing terhadap makanan. dan dari makanan pula kita bisa bertahan hidup. Ya paling nggak buat menjaga stamina kita dalam sehari lah. Contohnya aja aku bisa kuat sehari cuma makan roti sekali dan minum susu segelas dan makan gorengan di jam makan siang, sisanya hanya minum air mineral. dan tentunya keadaan itu nggak terus menerus terjadi secara berkala.
Dan dari kasus bokap ini, aku sedikit nginget beberapa kasus serupa yang terjadi sebelumnya. Dan aku mikir, kayaknya makanan khususnya buah (yang punya tingkat kematangan berbeda-beda dan proses pematangan yang berbeda pula) punya pengaruh yang cukup bisa di akui existensinya.
Dalam bahasa simpelnya bisa di katakan ada saat dimana seseorang yang dewasa dengan tingkat kematangan yang bisa diakui lebih memilih untuk sejenak menjadi kekanak-kanakan. kadang pula karena bimbingan dalam kehidupan sehari-hari, seorang pemuda belia pun dapat bersikap dewasa. Dan dari bagaimana seseorang tersebut memilih makanannya, khususnya buah. maka kita dapat melihat bagaimana karakteristik seseorang tersebut walaupun hanya dalam saat yang singkat.
Seperti kala seseorang membeli buah, tidak bisa kita samakan buah apel dengan durian, atau pisang dengan buah naga. Tingkat kematangan buah, lamanya proses pematangan buah tersebut setelah di panen atau saat akan di konsumsi. dan pada tingkat kematangan yang seperti apa buah tersebut di beli serta waktu pengkonsumsian buah tersebut. Dari sinilah kita dapat sedikit mengetahui seperti apa orang tersebut. tingkat kedewasaannya, pola cara berfikirnya, keinginanya akan sebuah kedewasaan selain dirinya (apapun itu bisa manusia hewan atau tumbuhan lainnya yang ada di sekitarnya.) dan tentunya kita dapat mengetahui selera dia dalam engkonsumsi makanan (tidak hanya berlaku untuk buah).
Semua faktor diatas akan berpengaruh secara tidak langsung dalam pola kehidupan seseorang dalam kesehariannya. mengingat kembali bahwa makanan (tanpa terkecuali buah) merupakan bahan bakar penunjang manusia untuk melangsungkan kehidupan.
Tidak hanya dilihat dari tingkat kematangan tersebut bagaimana seseorang dan keadaan yang sedang di alaminya membuat dia akan 'pilih-pilih' dalam urusan konsumsi. Saat seseorang lebih memilih untuk makan daging ketimbang sayuran, atau saat seorang sangat mencintai sayuran melewati batas normal orang lain, atau bahkan saat seseorang hanya menyukai satu jenis makanan dan hanya itu saja yang terus di konsumsinya selama berhari-hari tanpa ada rasa bosan.
Kecendrungan seseorang pada urusan Kebutuhan Pokok nomor 1 Manusia ini sangat membantu manusia lainnya untuk saling mengerti. Dulu, ayahku pernah berkata; "bapak kalo mau nilai orang nggak usah susah-susah, ajak aja dia makan bareng. Bisa yang resmi ala Kerasaaj Inggris, lesehan, bahkan makan di daerah kumuh." dan dari semenjak saat itu aku pun selalu terngiang akan kata-kata ayahku itu dan terus mempraktekannya stiap berteu dengan orang yang kiranya akn menjadi teman dekat ku.
Mungkin ini bukan teori yang terbilang 'WAH' karena hanya ku temukan secara tidak sengaja. Namun ketidak sengajaan ku tersebut yang membuatku semakin penasaran dengan rahasia yang di miliki umat yang bernama manusia. Terlalu banyak misteri di balik kehidupan mereka dan segala pola peradaban yang terjadi sejak penciptaan mereka bermilyar-milyar tahun silam hingga era yang terbilang moderen ini.
Dan walaupun Teori ini baru ku praktekkan ke beberapa anggota keluarga ku dan beberapa teman dekat ku, aku sedikin menuai kepuasan yang cukup melegakan 'Hanya untuk ku'. aku berharap dari tulisan ku ini aku bisa membuat sedikit hal yang mungkin tidak kita dasari dalam mencari 'sesuatu' dapat membantu kalian. dan atau mungkin kalian berminat untuk berbagi ddengan ku tentang pa yang ku temukan ini agas semakin berkembang? :)
-K-
Lama nggak ngepost nih :)
Mau share aja kalo sekarang aku udah kuliah di London School of Publik Relation Jakarta.
Dan malam ini aku balik lagi karena secara nggak sengaja semalem aku nemuin sebuah hal yang sangat amat 'WOW' buat ku sendiri. Ya walaupun semalem udah sempet share ke pacar kalo ternyata apa yg ku temukan ini 'katanya' udah ada atau udah pernah di temuin sebelumnya, tapi aku nggak perduli. Karena hal ini nggak ku temuin dari sebuah search engine or berita manapun. Aku temuin itu SENDIRI, tanpa ku sengaja. Dan aku seneng sadar akan itu :D
Okok.
So let's begin the explanation.
Jadi gini sobat, beberapa hari yang lalu bokap ku tuh beliin kita sekeluarga pisang. Ya sesisir pisang gitu deh. Dan bokap itu emang sangat suka beliin aku dan nyokap buah, cuma biasanya beli nya bareng, dan kemaren pisang ini tuh dia beli sendiri dengan seleranya. Trus karena memang aku suka buah, terutama aku memang orang yang nggak begitu suka makan nasi, maka ku makan lah pisang itu.
Pas kemarin malam bokap baru pulang kerja, dan dia dengan sambil makan pisang yang dia beli tersebut bilang sama aku "ndok, pisangnya di makan lah, udah bapak beliin loh ini." aku yang merasa bokap memang berharap apa yang dia belikan untuk keluarganya itu di makan pun langsung loncat menuju dapur dan mengambil sebuah pisang. Sambil sedikit celotek aku bilang saja "pak, inin pisang kulit nya tipis aja."
Bokap yang masih mengunyah dengan seksama pun berkata "oh iya, bapak pilihkan yang muateng banget. jadi kulitnya tipis. biar di makannya mantep." di sini entah kenapa aku hanya merasa pisang dengan kulit tipis walaupun mateng tapi ngupasnya sedikit lebih susah. Pertama karena aku mungkin kurang mahir dalam mengupas, kedua, pas di kupas kulit pisang yang cuma segaris - if you know what i mean- itu masih nempel di pisangnya yang bikin pisang jadi pait kalo ikut kemakan.
Lalu dia pun liat ada pisang yang di kasih ke nyokap tadi pagi dan nyokap lupa makan, dia terlihat agak esel gitu. dan malam ini pun begitu "ndok pisang mbok ya di makan to, di beliin bukannya di makan malah busuk di buang gitu aja gimana sih!" dan karena aku ini anak yang teramat jujur, maka aku hanya bilang "pak, itu ngupas pisang nya susah. kupasin #dengan nada memelas + manja#" dan bokap pun akhirnya ngupasin pisangnya ^^
Dan seketika aku mikir, (mikirnya sih kemaren lho bukan hari ini, cuma kemaren udah terlalu larut buat ngetik ^^) nggak aku, nggak adek, apalagi nyokap. Kita semua punya kesukaan masing-masing terhadap makanan. dan dari makanan pula kita bisa bertahan hidup. Ya paling nggak buat menjaga stamina kita dalam sehari lah. Contohnya aja aku bisa kuat sehari cuma makan roti sekali dan minum susu segelas dan makan gorengan di jam makan siang, sisanya hanya minum air mineral. dan tentunya keadaan itu nggak terus menerus terjadi secara berkala.
Dan dari kasus bokap ini, aku sedikit nginget beberapa kasus serupa yang terjadi sebelumnya. Dan aku mikir, kayaknya makanan khususnya buah (yang punya tingkat kematangan berbeda-beda dan proses pematangan yang berbeda pula) punya pengaruh yang cukup bisa di akui existensinya.
Dalam bahasa simpelnya bisa di katakan ada saat dimana seseorang yang dewasa dengan tingkat kematangan yang bisa diakui lebih memilih untuk sejenak menjadi kekanak-kanakan. kadang pula karena bimbingan dalam kehidupan sehari-hari, seorang pemuda belia pun dapat bersikap dewasa. Dan dari bagaimana seseorang tersebut memilih makanannya, khususnya buah. maka kita dapat melihat bagaimana karakteristik seseorang tersebut walaupun hanya dalam saat yang singkat.
Seperti kala seseorang membeli buah, tidak bisa kita samakan buah apel dengan durian, atau pisang dengan buah naga. Tingkat kematangan buah, lamanya proses pematangan buah tersebut setelah di panen atau saat akan di konsumsi. dan pada tingkat kematangan yang seperti apa buah tersebut di beli serta waktu pengkonsumsian buah tersebut. Dari sinilah kita dapat sedikit mengetahui seperti apa orang tersebut. tingkat kedewasaannya, pola cara berfikirnya, keinginanya akan sebuah kedewasaan selain dirinya (apapun itu bisa manusia hewan atau tumbuhan lainnya yang ada di sekitarnya.) dan tentunya kita dapat mengetahui selera dia dalam engkonsumsi makanan (tidak hanya berlaku untuk buah).
Semua faktor diatas akan berpengaruh secara tidak langsung dalam pola kehidupan seseorang dalam kesehariannya. mengingat kembali bahwa makanan (tanpa terkecuali buah) merupakan bahan bakar penunjang manusia untuk melangsungkan kehidupan.
Tidak hanya dilihat dari tingkat kematangan tersebut bagaimana seseorang dan keadaan yang sedang di alaminya membuat dia akan 'pilih-pilih' dalam urusan konsumsi. Saat seseorang lebih memilih untuk makan daging ketimbang sayuran, atau saat seorang sangat mencintai sayuran melewati batas normal orang lain, atau bahkan saat seseorang hanya menyukai satu jenis makanan dan hanya itu saja yang terus di konsumsinya selama berhari-hari tanpa ada rasa bosan.
Kecendrungan seseorang pada urusan Kebutuhan Pokok nomor 1 Manusia ini sangat membantu manusia lainnya untuk saling mengerti. Dulu, ayahku pernah berkata; "bapak kalo mau nilai orang nggak usah susah-susah, ajak aja dia makan bareng. Bisa yang resmi ala Kerasaaj Inggris, lesehan, bahkan makan di daerah kumuh." dan dari semenjak saat itu aku pun selalu terngiang akan kata-kata ayahku itu dan terus mempraktekannya stiap berteu dengan orang yang kiranya akn menjadi teman dekat ku.
Mungkin ini bukan teori yang terbilang 'WAH' karena hanya ku temukan secara tidak sengaja. Namun ketidak sengajaan ku tersebut yang membuatku semakin penasaran dengan rahasia yang di miliki umat yang bernama manusia. Terlalu banyak misteri di balik kehidupan mereka dan segala pola peradaban yang terjadi sejak penciptaan mereka bermilyar-milyar tahun silam hingga era yang terbilang moderen ini.
Dan walaupun Teori ini baru ku praktekkan ke beberapa anggota keluarga ku dan beberapa teman dekat ku, aku sedikin menuai kepuasan yang cukup melegakan 'Hanya untuk ku'. aku berharap dari tulisan ku ini aku bisa membuat sedikit hal yang mungkin tidak kita dasari dalam mencari 'sesuatu' dapat membantu kalian. dan atau mungkin kalian berminat untuk berbagi ddengan ku tentang pa yang ku temukan ini agas semakin berkembang? :)
-K-
Jumat, 23 November 2012
Karakter Para Warga Bershio Anjing
Menurut leluhur Tionghoa, orang kelahiran tahun Anjing umumnya jujur, cerdas, dan terus-terang. Ia adalah manusia yang tidak sombong, yang memiliki naluri kemanusiaan yang amat mendalam. Rasa kesetiaannya dan kecenderungannya untuk memprioritaskan persamaan hak dan memperjuangkan keadilan membuatnya sangat populer, terutama di kalangan kaum lemah. Watak dasarnya ramah, rendah hati, dan tidak terlalu menuntut, dan semua ini membuat Anjing mudah bergaul dengan orang lain. Ia selalu bersedia kompromi dan dapat dipercaya untuk mengerjakan tugas-tugas yang telah menjadi tanggung jawabnya.
Seperti juga kawannya yang manusiawi, Macan, maka Anjing juga jarang menunjukkan amarahnya secara pribadi kepada seseorang. Yang penting bagi Anjing adalah prinsip keadilan. Jika perbuatan Anda sampai melukai hatinya, perbuatan itulah yang akan ditunjukkan oleh dia, tanpa dembel-embeli maksud tidak baik, tanpa dendam atau iri hati. Kalau semuanya sudah selesai ditumpahkan dan perbaikan yang layak sudah dikerjakan, maka dia bisa saja berdamai lagi dengan Anda seolah tidak ada apa-apa.
Sekalipun dalam usia muda, anak Anjing sudah belajar untuk mencium mana orang yang baik dan mana orang yang jahat. Bahkan setiap warga Anjing, apakah dia sendiri mengakui atau tidak, cenderung membagi orang ke dalam dua kategori, yaitu "musuh" atau "teman", hitam atau putih. Baginya, tak ada warna kelabu atau campuran antara kedua warna itu. Namun, sekalipun Anda berhasil memenangkan kepercayaannya, Anjing akan setia untuk selamanya.
Walaupun kekayaan, kekuasaan, dan kesuksesan mungkin sangat berarti bagi orang lain, hal-hal tersebut tidak berarti apa-apa bagi Anjing bila tanpa kekasih, teman, atau keluarga yang bisa ikut menikmatinya. Sangatlah beruntung orang yang kebetulan mempunyai teman bershio Anjing, sebab warga Anjing umumnya tidak tega mengabaikan suara teman memohon pertolongan.
Namun, adakalanya Anjing malah bisa melindungi kepentingan orang lain lebih daripada kepentingannya sendiri. Seperti binatang lambang shio ini, Anjing berpegang teguh pada orang yang dikasihinya, tak peduli betapa tidak bermutunya pun orang itu. Anjing yang setia lebih cenderung mempertahankan situasi yang sama tak peduli betapa tidak menyenangkannya daripada harus menghadapi sesuatu yang tidak dikenal dan harus mulai lagi dari nol. Dan seumpamanya dia terpaksa dengan hati yang berat untuk meninggalkan rumah, yaah, jangan salahkan dia. Tempat itu barangkali benar-benar menyedihkan baginya kalau dia sampai melakukan hal itu.
Tidak jarang Anjing sulit menyesuaikan diri terhadap perubahan. Meskipun penampilannya biasanya ramah dan riang, pada dasarnya dia adalah binatang yang pesimis. Situasi yang tidak terduga bisa membuatnya cemas tanpa sebab yang jelas. Oleh karena dia sering melihat sesuatu dari segi negatifnya, dia bisa mengundang kesulitan atau merusak kenikmatan yang sebenarnya dapat diperoleh dari hal itu. Kalau dia dapat belajar berpikir lebih positif, gangguannya biasanya sangat berkurang.
Secara umum, Anjing adalah manusia yang tidak materialistis dan tak menyenangi kemegahan. Kata-kata dan bahasa yang muluk-muluk malah mencurigakan baginya. Dia lebih suka pembicaraan maupun gaya hidup yang tidak dibuat-buat. Dan walaupun dia tidak begitu mempedulikan uang, namun umpamanya dia sedang membutuhkan, tak ada yang lebih lengkap sarananya untuk mendapatkan itu, selain dia. Sekalipun dia terlahir dalam keluarga pas-pasan, Anjing yang bermoral tinggi mampu meningkatkan statusnya dalam hidup atas upayanya sendiri tanpa berusaha menyembunyikan asal-usulnya.
Sumber : http://www.primbon.com/shio/anjing.htm
Langganan:
Postingan (Atom)