Segala alam terjadi meliputi manusia dan benda yang hidup maupun mati. Dan apa yang terjadi padaku pula yang akan mempengaruhi alam sekitarku. Maka, disini aku akan berbagi apa yang ku rasa, fikir, alami, dan ingin bagikan. Aku hanya ingin berbagi :) -K-

Senin, 29 November 2010

Waktu Mungkin Akan Berhenti 5 Milyar Tahun Depan

sedikit bacaan ringan yang akan menambah wawasan kalian .

Sebelumnya, teori mengatakan bahwa waktu itu tak terbatas, akan tetapi teori baru mengatakan sebaliknya.

Waktu Mungkin Akan Berhenti 5 Milyar Tahun Depan

     Sejauh yang bisa dikatakan para astrofisikawan, alam semesta mengembang dengan kecepatan tinggi dan cenderung akan tetap demikian untuk jangka waktu yang tak terbatas. Akan tetapi sekarang beberapa fisikawan mengatakan bahwa teori ini yang disebut "pengembangan abadi" dan implikasinya bahwa waktu tak ada akhirnya, merupakan suatu masalah bagi para ilmuwan untuk mengkalkulasi probabilitas setiap kejadian.

     Dalam makalah baru, mereka mengkalkulasi bahwa waktu cenderung akan berhenti dalam 5 milyar tahun mendatang yang disebabkan oleh sejenis malapetaka yang tak ada satupun hidup pada waktu itu untuk menyaksian kejadian tersebut. Para fisikawan yakni Raphael Bousso dari Universitas California, Berkeley, bersama rekan-rekannya mempublikasikan makalah yang berisi rincian teori mereka di arXiv.org. Dalam makalah tersebut, mereka menjelaskan bahwa pada suatu alam semesta abadi, kejadian-kejadian yang paling mustahil pun akhirnya akan terjadi, dan tak hanya terjadi tapi terjadi dalam jumlah yang tak terbatas.

     Oleh karena probabilitas atau peluang diartikan dalam lingkup kelimpahan relatif kejadian-kejadian, maka tak ada gunanya menentukan tiap probabilitas karena setiap kejadian akan cenderung terjadi dengan sama. "Jika memang terjadi di alam, pengembangan abadi memiliki implikasi-implikasi yang luar biasa besar," seperti yang ditulis Bousso dan rekan-rekannya dalam makalah mereka. "Tipe kejadian atau peristiwa apa pun yang memiliki probabilitas yang tidak bernilai nol, akan terjadi banyak kali secara tak terbatas, biasanya pada wilayah-wilayah terpisah yang tetap selamanya di luar hubungan sebab. Hal ini meruntuhkan dasar prediksi-prediksi probabilistik eksperimen-eksperimen yang dilakukan dalam dunia sehari-hari.

     Apabila secara tak terbatas banyak orang di seluruh alam semesta memenangkan undian, pada bidang apa seseorang masih bisa mengklaim bahwa memenangkan undian itu mustahil? Pastinya ada juga banyak orang yang tidak menang undian, tapi dalam pengertian apa jumlah mereka lebih banyak? Dalam eksperimen-eksperimen sehari-hari seperti mengikuti undian, kita memiliki aturan-aturan jelas untuk membuat prediksi-prediksi dan menguji teori-teori. Akan tetapi jika alam semesta mengembang selamanya, kita tak lagi mengetahui mengapa aturan-aturan ini berfungsi.

     "Untuk melihat bahwa hal ini bukanlah semata-mata merupakan maksud filosofis, hal tersebut membantu mempertimbangkan eksperimen-eksperimen kosmologis di mana aturan-aturan tersebut agak kurang jelas. Sebagai contoh, seseorang ingin memprediksi atau menjelaskan keistimewaan Latar Gelombang Mikro Kosmik, atau teori lebih dari satu vakum, seseorang mungkin ingin memprediksi sifat-sifat terduga dari vakum tersebut yang kita ketahui sendiri, seperti massa Higgs. Hal ini memerlukan komputasi jumlah relatif observasi-observasi nilai-nilai berbeda massa Higgs tersebut, atau langit Latar Gelombang Mikro Kosmik. Akan ada banyak contoh-contoh tak terbatas setiap pengamatan yang mungkin dilakukan, jadi apa itu probabilitas? Hal ini dikenal sebagai "masalah pengukuran" pengembangan abadi."

     Para fisikawan menjelaskan bahwa satu solusi terhadap masalah ini ialah untuk menyimpulkan bahwa waktu pada akhirnya akan berhenti. Maka akan ada jumlah terbatas peristiwa yang terjadi di mana kejadian-kejadian mustahil terjadi lebih sedikit daripada kejadian-kejadian yang mungkin. Pemilihan waktu "penghentian" ini akan mengartikan rangkaian kejadian-kejadian yang diperkenankan. Oleh karena itu para fisikawan mencoba mengkalkulasi kemungkinan kapan waktu akan berhenti yang menghasilkan lima pengukuran penghentian berbeda.

     Pada dua dari lima skenario ini, waktu memiliki 50 peluang untuk berhenti dalam 3,3 milyar tahun. Pada skenario kelima yang merupakan skenario terakhir, skala waktu sangat singkat (dalam urutan waktu Planck). Pada skenario ini, para ilmuwan mengkalkulasi bahwa "waktu akan sangat besar cenderung berhenti pada detik berikutnya." Untungnya, kalkulasi ini memprediksikan bahwa kebanyakan orang adalah "bayi-bayi Boltzmann" yang timbul dari gejolak-gejolak kuantum pada permulaan alam semesta. Oleh karena kebanyakan dari kita bukan "bayi-bayi" tersebut, para fisikawan bisa mengeluarkan skenario ini (sudah pasti).

     Bagaimana akhir waktu tersebut seperti yang dirasakan oleh orang-orang pada waktu itu? Sebagaimana yang dijelaskan oleh para fisikawan, orang-orang tersebut tak akan pernah mengetahuinya. "Orang-orang pada masa itu akan tak terelakkan berada dalam penghentian sebelum menyaksikan kematian semua sistem lainnya," seperti yang ditulis oleh para ilmuwan. Mereka membandingkan batas penghentian waktu tersebut dengan ufuk lubang hitam. "Batas tersebut dapat diperlakukan sebagai suatu obyek dengan sifat-sifat fisik termasuk temperatur," menurut para fisikawan dalam makalah mereka. "Sistem-sistem materi yang bertemu dengan akhir waktu di termalisasi di ufuk ini. Hal ini mirip dengan gambaran orang yang berada di luar tentang suatu sistem materi yang jatuh ke dalam sebuah lubang hitam.

     Namun, hal yang sangat baru ialah pernyataan bahwa kita mungkin mengalami termalisasi pada waktu melewati ufuk lubang hitam." Sekalipun begitu termalisasi "sistem materi" tetap saja tak akan menemukan sesuatu yang tak biasa ketika melewati ufuk ini. Bagi mereka yang merasa tak nyaman terhadap berhentinya waktu, para fisikawan memperhatikan bahwa ada solusi-solusi lain untuk mengukur masalah tersebut. Mereka tidak mengklaim bahwa kesimpulan mereka bahwa waktu akan berhenti itu benar, hanya hal tersebut secara logika mengikuti dari suatu rangkaian asumsi.

     Jadi, mungkin salah satu dari ketiga asumsi yang menggarisbawahi kesimpulan itu malahan tidak benar. Asumsi yang pertama ialah bahwa alam semesta itu sedang mengembang selamanya, yang merupakan konsekuensi relativitas umum dan sangat didukung oleh bukti eksperimental yang diamati selama ini. Asumsi kedua ialah bahwa definisi probabilitas didasarkan pada frekwensi relatif suatu kejadian, atau apa yang disebut oleh para ilmuwan sebagai asumsi tipikalitas. Asumsi ketiga ialah bahwa jika waktu ruang memang tak terbatas, maka satu-satunya cara untuk menentukan probablitas suatu kejadian ialah membatasi atensi seseorang kepada suatu bagian terbatas dari alam-alam semesta yang tak terbatas.

     Beberapa fisikawan lainnya memperhatikan alternatif-alternatif asumsi ketiga ini. Apapun yang terjadi dalam 3,7 milyar tahun mendatang, makalah Bousso dan rekan-rekannya mungkin akan menimbulkan bermacam-macam reaksi dalam waktu dekat ini. Setidaknya kita bisa melihat garis besar dari informasi ini.


Referensi : http://arxiv.org/abs/1009.4698 Sumber : Sains Pop, 4 Oktober 2010

Jumat, 19 November 2010

terimakasih untuk kalian ^_^

kala malam menjelang , dan purnama sedang tak berniat tuk berikan sinarnya . . .
kala segala kabut yang menyesakkan itu kembali . . . .
pekatnya bahkan butakan arah . . . .
dan kemungkinan untuk tersesat , dan kembali ke arah yang sama semakin besar . . . .
cahaya mentari pagi sangat ku tunggu kali ini . . . .

dan ntah mengapa . . . .
baru di saat seperti inilah ku rindukan cahaya . . . .
baru kali ini aku merasakannya . . . .
seolah penat hidup di dalam kegelapan . . . .

aku menginginkan cahaya terang . . .
cahaya yang dapat membantu ku untuk melihat jalan yang seharusnya ku tempuh . . .
jalan yang dapat ku lewati diantara puluhan , ribuan , bahkan jutaan jalanan yang menyesatkan . . . .

berada di sisi mereka yang selalu temani ku saat pagi hari . . .
canda dan tawa ku di tiap harinya . . . .
dlam lelap tidurku diatas meja belajar yang berada nomor dua dalri belakang . . . .
dalam berbagi tangis dan linangan air mata kala gundah . . . .

kawan . . . .

esok kan sampai saat kita bersama . . . .
saat di mana aku datang memasuki pintu itu . . .
berteriak mengucap salam , , ,
mengucap celaan kasar . . .
atau berteriak menyuraukan peringatan kehadiran guru . . .
atau dalam heningnya tundukan kepala ku . . . .
atau bahkan tatapan tajam mata ku saat emosi ku memuncak dan siap meledak . . .

semua itu ku alami . . .
semua itu ku rasakan . . .
dan semuanya ku syukuri . . . .

sadar aku kini . . .

tak selamanya kekasih dapa buat bahagiaku terkembang . . .
tak selalu kekasih dapat mekarkan senyum tawa ikhlas ku . . .
dan tak mungkin ku dapat relakan kalian pergi begitu saja . . .
seperti ku relakan para lelaki pendamping ku dulu . . .

karena kalian . . .

karena pengisi kehidupan ku dalam hari" adalah kalian . . . .

karena kalian . . . .

adalah SAHABAT KU . . .
adalah ANUGRAH TUHAN . . .
adalah HARTA ku yang tak akan ku biarkan lepas begitu saja . . . .

terimakasih kawan . ^_^

Kamis, 04 November 2010

kenapa ??

Dari kcil , sampai detik ini . 10 tahun aku berlatih . Tapi kenapa sampai saat ini masih ku ragukan kekuatan ku ini . Knapa aku selalu membutuhkan pendapat dan menunggu . Knapa aku harus meragukan insting ku ini . Selalu dan tak pernah salah . Tapi . Ini bukan kesalahan . Ini kebodohan . Kebodohan atas ketidak percaya dirian ku terhadap kekuatan dan kemampuan ku .

Saat ini . Hanya dengan sebatang hp nokia . Aku terdiam diatas tempat tidur ku . Menatap langit" kamar dengan sayu . Pikiran ku melayang jauh . Jauh memikirkan segala kemungkinan yang ada . Seolah sungguhan arti dari nama kirashi tlah kembali . Aku kembali berfikir keras layaknya saat di tournament East Tower KOD dulu . Bertarung sekuat tenaga . Mengasah kemampuan berfikir tingkat atas sampai aku mampu kalahkan mereka semua dengan poin tertinggi .

Tapi knapa ? Masih selalu ku ragukan insting ini ?

Apa harus aku menjadi pribadi yang jauh lebih egois dari yg skarang . Menjadi pribadi yang tang memiliki sdikitpun toleransi dan nurani . Yang tidak memiliki belas kasih . Jauh lebih tak ber pri kmanusiaan dari hari"ku sebelum nya . Apa itu yang kalian mau . Knapa ? Knapa kalian tak manpu jawab pertanyaan kenapa ku ? Aku tak perduli seburuk apapun kalian . Tapi kejujuran kalian akan sangat berharga sepahit apapun itu . Dan aku tetap menerima sgala pahitnya kejujuran .